LAPORAN
PRAKTIKUM
PENCANDRAAN BUNGA TANAMAN ALLOGAM
![]() |
DosenPengampu :
Ir. Djenal, M.P
Disusun
oleh:
Saturi (A42151961)
POLITEKNIKNEGERIJEMBER
PRODUKSIPERTANIAN
TEKNOLOGIPRODUKSITANAMANPANGAN
2016
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Morfologi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan
susunan
tubuh tumbuhan. Morfologi tumbuhan juga menguraikan tentang fungsi
masing-masing bagian dari bentuk dan susunan tumbuhan. Salah satu bagian
tumbuhan yang dipelajari yaitu bunga yang merupakan alat perkembangbiakan
(Organum Reproductivum) bagi tumbuhan.
tubuh tumbuhan. Morfologi tumbuhan juga menguraikan tentang fungsi
masing-masing bagian dari bentuk dan susunan tumbuhan. Salah satu bagian
tumbuhan yang dipelajari yaitu bunga yang merupakan alat perkembangbiakan
(Organum Reproductivum) bagi tumbuhan.
Bunga merupakan salah satu alat reproduksi secara seksual pada
tumbuhan. Pada bunga yang sempurna terdapat benang sari yang merupakan
alat reproduksi jantan dan putik yang merupakan alat reproduksi betina. Dari
peleburan antara benang sari dan putik inilah nantinya akan muncul buah yang
di dalamnya terdapat biji, dan biji inilah yang nantinya dijadikan alat
perkembangbiakan pada suatu tumbuhan.
tumbuhan. Pada bunga yang sempurna terdapat benang sari yang merupakan
alat reproduksi jantan dan putik yang merupakan alat reproduksi betina. Dari
peleburan antara benang sari dan putik inilah nantinya akan muncul buah yang
di dalamnya terdapat biji, dan biji inilah yang nantinya dijadikan alat
perkembangbiakan pada suatu tumbuhan.
Jika kita melihat bunga berbagai jenis tumbuhan, akan terlihat
bahwa ada
diantaranya memiliki bunga yang terpencar atau terpisah-pisah dan ada pula
yang berkumpul membentuk suatu rangkaian yang dinamakan bunga majemuk.
pada bunga terdapat sifat-sifat yang merupakan penyesuaian untuk
melaksanakan tugasnya sebagai penghasil alat perkembangbiakan yang sebaikbaiknya. Umumnya sifat-sifat yang menarik dari suatu bunga adalah bentuk
bunga, warna bunga, bau bunga dan ada tidaknya madu atau zat lain. Akibat
banyaknya jenis bunga yang perlu mempelajari bagaimana bentuk dan
pembagiannya. Namun dalam penentuan jenis-jenis bunga tumbuhan tidaklah
mudah, seringkali terjadi kekeliruan. Untuk itu selalu diperlukan penelitian
atau pemeriksaan secara langsung dan seksama untuk menghindari terjadinya
kesalahan.
diantaranya memiliki bunga yang terpencar atau terpisah-pisah dan ada pula
yang berkumpul membentuk suatu rangkaian yang dinamakan bunga majemuk.
pada bunga terdapat sifat-sifat yang merupakan penyesuaian untuk
melaksanakan tugasnya sebagai penghasil alat perkembangbiakan yang sebaikbaiknya. Umumnya sifat-sifat yang menarik dari suatu bunga adalah bentuk
bunga, warna bunga, bau bunga dan ada tidaknya madu atau zat lain. Akibat
banyaknya jenis bunga yang perlu mempelajari bagaimana bentuk dan
pembagiannya. Namun dalam penentuan jenis-jenis bunga tumbuhan tidaklah
mudah, seringkali terjadi kekeliruan. Untuk itu selalu diperlukan penelitian
atau pemeriksaan secara langsung dan seksama untuk menghindari terjadinya
kesalahan.
1.2.Tujuan
1. Menentukan
bagian-bagian bunga tanaman allogam.
2. Menggambarkan
posisi putik dan benangsari pada beberapa tanaman allogam.
3. Menyebutkan
warna bunga pada beberapa tanaman allogam.
1.3.
Manfaat
1. Mahasiswa
dapat menyebutkan bagian-bagian bunga tanaman allogam.
2. Mahasiswa
menggambarkan posisi pputik dan benangsari pada beberapa tanmaan allogam.
3. Mahasiswa
menyebutkan warna bunga pada beberapa tanaman allogam.
BAB
II
TINAJAUAN
PUSTAKA
Menurut Sunarto (1997), bunga merupakan alat bantu dalam
perkembang
biakan secara seksual dan merupakan bagian dari tanaman. Bunga menjadikan
tanaman tetap berkembang biak menjadi berbagai macam bentuk dengan jenis
atau spesies yang berbeda-beda. Bunga merupakan organ atau bagian terpenting
dari tumbuhan agar selalu dapat berkembang biak. Bunga merupakan salah satu
alat perkembangbiakan generatif tanaman yang melibatkan organ tanaman sebagai alat penyerbukan.
biakan secara seksual dan merupakan bagian dari tanaman. Bunga menjadikan
tanaman tetap berkembang biak menjadi berbagai macam bentuk dengan jenis
atau spesies yang berbeda-beda. Bunga merupakan organ atau bagian terpenting
dari tumbuhan agar selalu dapat berkembang biak. Bunga merupakan salah satu
alat perkembangbiakan generatif tanaman yang melibatkan organ tanaman sebagai alat penyerbukan.
Bunga lengkap mempunyai empat bagian
yaitu : kelopak (calyx), mahkota (corolla), benang sari (stamen),
dan putik (pistilum). Bunga dapat dipandang sebagai suatu batang atau
cabang pendek yang bedaun dan telah mengalami perubahan bentuk kuncup. Kelopak
merupakan rangkaian dari daun-daun bunga
pertama dari bawah, yang pada kuncup bunga terletak paling luar. Adapun
fungsi
kelopak adalah untuk melindungi bagian-bangian bunga lainnya dari gangguan
luar sebelum kuncup bunga itu mekar. Rangkaian daun bunga yang kedua dari
bawah adalah corolla, yang biasanya lebih halus, lebih lemas, tidak kaku, lebar,
dan lebih indah warnanya. Rangkaian daun bunga yang ketiga semuanya masih
bergulung dan disebut benang sari. Benang sari adalah bagian bunga yang
berfungsi sebagai alat kelamin jantan pada bunga. Benang sari yang normal
mempunyai tangkai sari (bagian dari benang sari yang biasanya berbentuk silinder
dan cukup panjang) dan kepala sari (bagian dari benang sari yang terletak pada
ujung tangkai sari). Dan rangkaian daun yang keempat disebut putik, yang berada
paling ujung dan berlekatan menjadi empat bunga duduk di atas dasar bunga
(receptaculum), yaitu di ujung tangkai bunga yang biasanya melebar. Putik
adalah bagian bunga yang berfungsi sebagai alat kelamin betina. Putik terdiri atas
kepala putik, tangkai putik (berupa sebuah pipa atau tabung yang panjang dan
merupakan tiang penghubung antara kepala putik dan bakal buah), dan bakal buah
(bagian dari putik yang terletak paling bawah dan duduk di atas dasar bunga). (Darjanto, 1990).
kelopak adalah untuk melindungi bagian-bangian bunga lainnya dari gangguan
luar sebelum kuncup bunga itu mekar. Rangkaian daun bunga yang kedua dari
bawah adalah corolla, yang biasanya lebih halus, lebih lemas, tidak kaku, lebar,
dan lebih indah warnanya. Rangkaian daun bunga yang ketiga semuanya masih
bergulung dan disebut benang sari. Benang sari adalah bagian bunga yang
berfungsi sebagai alat kelamin jantan pada bunga. Benang sari yang normal
mempunyai tangkai sari (bagian dari benang sari yang biasanya berbentuk silinder
dan cukup panjang) dan kepala sari (bagian dari benang sari yang terletak pada
ujung tangkai sari). Dan rangkaian daun yang keempat disebut putik, yang berada
paling ujung dan berlekatan menjadi empat bunga duduk di atas dasar bunga
(receptaculum), yaitu di ujung tangkai bunga yang biasanya melebar. Putik
adalah bagian bunga yang berfungsi sebagai alat kelamin betina. Putik terdiri atas
kepala putik, tangkai putik (berupa sebuah pipa atau tabung yang panjang dan
merupakan tiang penghubung antara kepala putik dan bakal buah), dan bakal buah
(bagian dari putik yang terletak paling bawah dan duduk di atas dasar bunga). (Darjanto, 1990).
Berdasarkan alat kelaminnya bunga
dapat dibedakan menjadi :
1.
Bunga
berkelamin dua (hermaphroditus), bunga yang didalamnya terdapat benang
sari dan putik.
2.
Bunga
berkelamin tunggal (unisexsualis), dibagi menjadi dua bagian :
Bunga jantan (·flos masculus), bunga yang mempunyai benang sari tetapi tidak membentuk putik. Bunga betina (·flos femineus), bunga yang mempunyai putik tetapi tidak membentuk benang sari.
Bunga jantan (·flos masculus), bunga yang mempunyai benang sari tetapi tidak membentuk putik. Bunga betina (·flos femineus), bunga yang mempunyai putik tetapi tidak membentuk benang sari.
3.
Bunga
mandul adalah bunga yang tidak ada benang sari maupun putiknya.
Berdasarkan
alat kelaminnya tumbuhan dapat dibedakan menjadi :
1.
Bunga
berumah dua (monoceus), tumbuhan yang mempunyai bunga jantan dan bunga
betina pada satu tanaman.
2.
Bunga
berumah dua (dioceus), jika bunga jantan dan bunga betina terpisah pada
tanaman lain.
3.
Poligami
(plygamus), jika pada suatu tanaman terdapat bunga jantan, betina, dan
hermaprodit bersama-sama. (Tjitrosoepomo, 1999)
BAB
III
METODOLOGI
3.1.
Tempat dan Waktu
3.1.1.
Tempat
: Praktikum
pemuliaan Tanaman dalam acara “ Pencandraan Bunga Tanaman Allogam” dilaksanakan
di Lapangan TPP 1, Politeknik Negeri Jember.
3.1.2.
Waktu
: Selasa,
27 September 2016, pukul 07.00 – 09.00 WIB.
3.2.
Alat dan Bahan
3.2.1.
Alat
:
-
Pinset
-
Loupe ( kaca pembesar)
-
Alat tulis
-
Kertas F4
3.2.2.
Bahan
:
-
Bunga Anggrek Ungu dan Anggrek Putih
-
Bunga jantan dan Bunga Betina Kelapa
Sawit
-
Bunga Terong
-
Bunnga Pepaya
3.3.
Langkah Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan dipergunakan.
2. Amati bagian – bagian bunga yang telah dipersiapkan.
3. Gambar bagian – bagian bunga tersebut.
4. Buatlah laporan sementara untuk mendapatkan ACC dari
teknisi.
5. Bersihkan tempat dan alat pratikum seperti semula.
BAB
IV
HASIL
PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Pengamatan
Tabel
1. Hasil Pengamatan Pencandraan Bunga Tanaman Allogam
|
No.
|
Nama Bunga
|
Jenis Bunga
|
Gambar
Bunnga
|
Keterangan
|
|
1.
|
Terong
(Solanum melongena L)
|
Sempurna& lengkap
|
![]() |
Bagian-bagian
bunga :
- Tangkai induk bunga
- Tangkai
bunga
- Dasar
bunga
- Daun
pelindung
- Daun
tangkai
- Kelopak
bunga
- Mahkota
bunga
- Benang
sari & putik
|
|
2.
|
Pepaya
(Carica papaya L)
|
Hermafrodit & lengkap
|
![]() |
-
Termasuk bunga majemuk
-
Ada 3 jenis bunga papaya, yaitu
bunga jantan, bunga betina dan bunga sempurna
-
Kelopak bunga terletak dalam 1
lingkaran dengan 5 sepal
|
|
3.
|
Kelapa Sawit
(Elaeis guineensis Jacq.)
|
Tidak sempurna& tidak lengkap
|
![]() ![]() |
-
Bunga majemuk
-
Bunga jantan maupun bunga
betina terdapat ibu tangkai bunga (rachis)
-
Pangkal rachis muncul sepasang
daun pelindung
|
|
4.
|
Anggrek
(Phalaepnosis blume)
|
Sempurna & lengkap
|
![]() ![]() |
Bagian-bagian
bunga anggrek :
-
Mahkota
-
Kelopak
-
Benang sari
-
Putik
-
Lidah bunga
|
4.2.
Pembahasan
1. Bunga Terong
Berdasarkan
hasil pengamatan yang telah dilakukan terhadap organ reproduksi bunga terong
dapat diketahui bahwa bunga terong termasuk bunga sempurna karena memiliki
putik dan benang sari. Termasuk juga ke dalam bunga lengkap karna memiliki ke
empat organ yaitu kelopak, mahkota, putik dan benang sari. Bunga terong
termasuk tanaman yang menyerbuk sendiri karena putik dan benang sarinya matang
bersamaan dan juga termasuk tanaman yang melakukan penyerbukan silang hal ini
dikarenakan putik dan benang sari yang terdapat pada bunga terong tidak
dilindungi oleh mahkota sehingga memungkinkan melakukan penyerbukan silang.
Jadi, bunga terong termasuk autogamy karena dapat melakukan pembuahan sendiri
dari hasil penyerbukan sendiri, dan allogamy karena bisa melakukan pembuahan
silang dari hasil penyerbukan silang.
Bunga Terong
|
Pengamatan
|
Ya/tidak
|
Alasan
|
|
Bunga sempurna
|
Ya
|
Karena memiliki putik
dan benang sari
|
|
Bunga tidak sempurna
|
-
|
-
|
|
Bunga lengkap
|
Ya
|
Karena memiliki putik,
benang sari, mahkota, dan kelopak
|
|
Bunga tidak lengkap
|
-
|
-
|
|
Tanaman menyerbuk
sendiri
|
Ya
|
Karena putik dan
benang sari matang bersamaan
|
|
Tanaman menyerbuk
silang
|
Ya
|
Karena putik dan
benang sari tidak dilindungi oleh mahkota
|
|
g. Autogamy
|
Ya
|
Karena bisa melakukan
pembuahan sendiri dari hasil penyerbukan sendiri
|
|
h. Allogamy
|
Ya
|
Karena bisa melakukan
pembuahan silang dari hasil penyerbukan silang
|
2. Papaya
Berdasarkan
hasil pengamatan yang telah dilakukan terhadap organ reproduksi bunga pepaya
dapat diketahui bahwa bunga pepaya termasuk bunga sempurna karena memiliki
putik dan benang sari. Termasuk juga ke dalam bunga lengkap karna memiliki ke
empat organ yaitu kelopak, mahkota, putik dan benang sari. Bunga papaya
termasuk ke dalam tanaman yang menyerbuk silang karena putik dan benang sari
tidak tertutupi oleh mahkota bunga sehingga memungkinkan terjadinya penyerbukan
silang. Jadi, bunga papaya termasuk allogamy karena dapat melakukan pembuhan
silang dari penyerbukan silang.
Bunga Pepaya
|
Pengamatan
|
Ya/tidak
|
Alasan
|
|
Bunga sempurna
|
Ya
|
Karena memiliki putik
dan benang sari
|
|
Bunga tidak sempurna
|
||
|
Bunga lengkap
|
Ya
|
Karena memiliki putik,
benang sari, mahkota, dan kelopak bunga
|
|
Bunga tidak lengkap
|
-
|
-
|
|
Tanaman menyerbuk
sendiri
|
-
|
-
|
|
Tanaman menyerbuk
silang
|
Ya
|
Karena putik dan
benang sari tidak tertutupi oleh mahkota bunga
|
|
Autogamy
|
-
|
-
|
|
Allogamy
|
Ya
|
Karena bisa melakukan
pembuahan silang dari penyerbukan silang
|
3.
Kelapa Sawit
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan terhadap organ
reproduksi bunga kelapa sawit dapat diketahui bahwa bunga kelapa sawit termasuk
bunga sempurna karena memiliki putik dan benang sari. Bunga kelapa juga
termasuk bunga tidak lengkap dikarenakan tidak mempunyai salah satu organ yaitu
mahkota bunga. Bunga kelapa juga termasuk bunga yang melakukan penyerbukan
silang karena putik dan benang sari tidak tertutupi oleh mahkota bunga. Jadi,
bunga kelapa sawit termasuk allogamy hal ini dikarenakan dapat melakukan
pembuahan silang dari hasil penyerbukan silang.
Bunga Kelapa Sawit
|
Pengamatan
|
Ya/tidak
|
Alasan
|
|
Bunga sempurna
|
Ya
|
Karena memiliki putik
dan benang sari
|
|
Bunga tidak sempurna
|
-
|
-
|
|
Bunga lengkap
|
-
|
-
|
|
Bunga tidak lengkap
|
Ya
|
Karena tidak mempunyai
mahkota bunga
|
|
Tanaman menyerbuk
sendiri
|
||
|
Tanaman menyerbuk
silang
|
Ya
|
Karena putik dan
benang sari tidak tertutupi oleh mahkota bunga
|
|
Autogamy
|
-
|
-
|
|
Allogamy
|
Ya
|
Karena bisa melakukan
pembuahan silang dari hasil penyerbukan silang
|
4. Anggrek
Berdasarkan
hasil pengamatan yang telah dilakukan terhadap organ reproduksi bunga anggrek
dapat diketahui bahwa bunga anggrek termasuk bunga sempurna karena memiliki
putik dan benang sari. Termasuk juga ke dalam bunga lengkap karna memiliki ke
empat organ yaitu kelopak, mahkota, putik dan benang sari. Bunga anggrek
termasuk tanaman yang menyerbuk sendiri karena putik dan benang sarinya
tertutup oleh mahkota bunga dan juga termasuk autogamy karena dapat melakukan
pembuahan sendiri dari hasil penyerbukan sendiri.
Bunga Anggrek
|
Pengamatan
|
Ya/tidak
|
Alasan
|
|
Bunga sempurna
|
Ya
|
Karena meiliki putik
dan benang sari
|
|
Bunga tidak sempurna
|
||
|
Bunga lengkap
|
Ya
|
Karena memiliki putik,
benang sari, mahkota, dan kelopak bunga
|
|
Bunga tidak lengkap
|
||
|
Tanaman menyerbuk
sendiri
|
Ya
|
Karena putik dan
benang sari tertutup oleh mahkota bunga
|
|
Tanaman menyerbuk
silang
|
-
|
-
|
|
Autogamy
|
Ya
|
Karena bisa melakukan
pembuahan sendiri dari penyerbukan sendiri
|
|
Allogamy
|
Ya
|
Karena diantara
benangsari dan putik terdapat penghalang, sehingga tidak memungkinkan
benangsari bertemu dengan putik secara alami (dengan sendirinya). Sehingga
dibutuhkan bantuan manusia
|
BAB
V
KESIMPULAN
DAN SARAN
5.1.Kesimpulan
Berdasarkan praktikum
pemuliaan tanaman dalam acara “pencandraan bunga tanaman allogam” dapat
disimpulkan bahwa :
1.
Bunga pada beberapa tanaman umumnya terdiri dari mahkota, kelopak,
putik dan benangsari. Ada bunga sempurna dan tidak sempurna serta ada bunga
tidak lengkap dan tidak lengkap.
2.
Bunga tanaman allogam dapat dicirikan sebagai berikut :
a.
Letak putik dan benangsari
terdapat penghalang diantara keduanya, sehingga beangsari tidak dapat
bertemu untuk melakukan penyerbukan dengan putik.
b.
Proses pemasakan benangsari dengan putik terlampau jauh. Pada hal
ini, putik lebih dulu matang (siap dibuahi) daripada benangsari, atau
sebaliknya benangsari yang lebih matang terlebih dahulu dibandingkan putik.
c.
Letak putik dan benangsari terletak berjauhan, sehingga sulit
untuk melakukan penyerbukan sendiri.
d.
Terdapat dua kelamin pada satu bunga (Hermafrodit) yaitu putik dan
benangsari. Namun benangsari tidak dapat berfungsi baik, sehingga
memungkinkannya untuk melakukan penyerbukan silang pada benangsari bunga lain
daln satu jenis.
3.
Bunga Anggrek pada praktikum ini terdapat dua warna yaitu ungu dan
putih, bunga Terong berwarna ungu, bunga Pepaya berwarna putih, bunga kelapa
sawit merah menyala.
5.2.
Saran
Diharapkan pada
praktikum pemuliaan tanaman selanjutnya, mahasiswa lebih kondusif lagi disaat
penjelasan materi diberikan. Agar pada saat pelaksanaan praktikum dapat
maksimal dan tertib.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.academia.edu/4927286/laporan_praktikum_dasar_dasar_pemuliaan_tanaman (diakses
Selasa, 27 September 2016)
(diakses
Selasa, 27 September 2016)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar