Kamis, 17 November 2016

PENCANDRAAN BUNGA ALLOGAMI

LAPORAN PRAKTIKUM
PENCANDRAAN BUNGA TANAMAN ALLOGAM


 









DosenPengampu :
Ir. Djenal, M.P

Disusun oleh:
Saturi               (A42151961)


POLITEKNIKNEGERIJEMBER
PRODUKSIPERTANIAN
TEKNOLOGIPRODUKSITANAMANPANGAN
2016




BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Morfologi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan
tubuh tumbuhan. Morfologi tumbuhan juga menguraikan tentang fungsi
masing-masing bagian dari bentuk dan susunan tumbuhan. Salah satu bagian
tumbuhan yang dipelajari yaitu bunga yang merupakan alat perkembangbiakan
(Organum Reproductivum) bagi tumbuhan.
Bunga merupakan salah satu alat reproduksi secara seksual pada
tumbuhan. Pada bunga yang sempurna terdapat benang sari yang merupakan
alat reproduksi jantan dan putik yang merupakan alat reproduksi betina. Dari
peleburan antara benang sari dan putik inilah nantinya akan muncul buah yang
di dalamnya terdapat biji, dan biji inilah yang nantinya dijadikan alat
perkembangbiakan pada suatu tumbuhan.
Jika kita melihat bunga berbagai jenis tumbuhan, akan terlihat bahwa ada
diantaranya memiliki bunga yang terpencar atau terpisah-pisah dan ada pula
yang berkumpul membentuk suatu rangkaian yang dinamakan bunga majemuk.
pada bunga terdapat sifat-sifat yang merupakan penyesuaian untuk
melaksanakan tugasnya sebagai penghasil alat perkembangbiakan yang sebaikbaiknya. Umumnya sifat-sifat yang menarik dari suatu bunga adalah bentuk
bunga, warna bunga, bau bunga dan ada tidaknya madu atau zat lain. Akibat
banyaknya jenis bunga yang perlu mempelajari bagaimana bentuk dan
pembagiannya. Namun dalam penentuan jenis-jenis bunga tumbuhan tidaklah
mudah, seringkali terjadi kekeliruan. Untuk itu selalu diperlukan penelitian
atau pemeriksaan secara langsung dan seksama untuk menghindari terjadinya
kesalahan.


1.2.Tujuan
1.      Menentukan bagian-bagian bunga tanaman allogam.
2.      Menggambarkan posisi putik dan benangsari pada beberapa tanaman allogam.
3.      Menyebutkan warna bunga pada beberapa tanaman allogam.

1.3. Manfaat
1.      Mahasiswa dapat menyebutkan bagian-bagian bunga tanaman allogam.
2.      Mahasiswa menggambarkan posisi pputik dan benangsari pada beberapa tanmaan allogam.
3.      Mahasiswa menyebutkan warna bunga pada beberapa tanaman allogam.












BAB II
TINAJAUAN PUSTAKA
Menurut Sunarto (1997), bunga merupakan alat bantu dalam perkembang
biakan secara seksual dan merupakan bagian dari tanaman. Bunga menjadikan
tanaman tetap berkembang biak menjadi berbagai macam bentuk dengan jenis
atau spesies yang berbeda-beda. Bunga merupakan organ atau bagian terpenting
dari tumbuhan agar selalu dapat berkembang biak. Bunga merupakan salah satu
alat perkembangbiakan generatif tanaman yang melibatkan organ tanaman sebagai alat penyerbukan.
Bunga lengkap mempunyai empat bagian yaitu : kelopak (calyx), mahkota (corolla), benang sari (stamen), dan putik (pistilum). Bunga dapat dipandang sebagai suatu batang atau cabang pendek yang bedaun dan telah mengalami perubahan bentuk kuncup. Kelopak merupakan rangkaian dari daun-daun bunga  pertama dari bawah, yang pada kuncup bunga terletak paling luar. Adapun fungsi
kelopak adalah untuk melindungi bagian-bangian bunga lainnya dari gangguan
luar sebelum kuncup bunga itu mekar. Rangkaian daun bunga yang kedua dari
bawah adalah corolla, yang biasanya lebih halus, lebih lemas, tidak kaku, lebar,
dan lebih indah warnanya. Rangkaian daun bunga yang ketiga semuanya masih
bergulung dan disebut benang sari. Benang sari adalah bagian bunga yang
berfungsi sebagai alat kelamin jantan pada bunga. Benang sari yang normal
mempunyai tangkai sari (bagian dari benang sari yang biasanya berbentuk silinder
dan cukup panjang) dan kepala sari (bagian dari benang sari yang terletak pada
ujung tangkai sari). Dan rangkaian daun yang keempat disebut putik, yang berada
paling ujung dan berlekatan menjadi empat bunga duduk di atas dasar bunga
(receptaculum), yaitu di ujung tangkai bunga yang biasanya melebar. Putik
adalah bagian bunga yang berfungsi sebagai alat kelamin betina. Putik terdiri atas
kepala putik, tangkai putik (berupa sebuah pipa atau tabung yang panjang dan
merupakan tiang penghubung antara kepala putik dan bakal buah), dan bakal buah
(bagian dari putik yang terletak paling bawah dan duduk di atas dasar bunga). (Darjanto, 1990).
Berdasarkan alat kelaminnya bunga dapat dibedakan menjadi :
1.      Bunga berkelamin dua (hermaphroditus), bunga yang didalamnya terdapat benang sari dan putik.
2.      Bunga berkelamin tunggal (unisexsualis), dibagi menjadi dua bagian :
 Bunga jantan (
·flos masculus), bunga yang mempunyai benang sari tetapi tidak membentuk putik. Bunga betina (·flos femineus), bunga yang mempunyai putik tetapi tidak membentuk benang sari.
3.      Bunga mandul adalah bunga yang tidak ada benang sari maupun putiknya.
Berdasarkan alat kelaminnya tumbuhan dapat dibedakan menjadi :
1.      Bunga berumah dua (monoceus), tumbuhan yang mempunyai bunga jantan dan bunga betina pada satu tanaman.
2.      Bunga berumah dua (dioceus), jika bunga jantan dan bunga betina terpisah pada tanaman lain.
3.      Poligami (plygamus), jika pada suatu tanaman terdapat bunga jantan, betina, dan hermaprodit bersama-sama. (Tjitrosoepomo, 1999)
                                                                                                     





BAB III
METODOLOGI
3.1. Tempat dan Waktu
3.1.1.      Tempat : Praktikum pemuliaan Tanaman dalam acara “ Pencandraan Bunga Tanaman Allogam” dilaksanakan di Lapangan TPP 1, Politeknik Negeri Jember.
3.1.2.      Waktu : Selasa, 27 September 2016, pukul 07.00 – 09.00 WIB.

3.2. Alat dan Bahan
3.2.1.      Alat :
-          Pinset
-          Loupe ( kaca pembesar)
-          Alat tulis
-          Kertas F4
3.2.2.      Bahan :
-          Bunga Anggrek Ungu dan Anggrek Putih
-          Bunga jantan dan Bunga Betina Kelapa Sawit
-          Bunga Terong
-          Bunnga Pepaya
3.3. Langkah Kerja
1.      Menyiapkan alat dan bahan yang akan dipergunakan.
2.      Amati bagian – bagian bunga yang telah dipersiapkan.
3.      Gambar bagian – bagian bunga tersebut.
4.      Buatlah laporan sementara untuk mendapatkan ACC dari teknisi.
5.      Bersihkan tempat dan alat pratikum seperti semula.



BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Pengamatan
Tabel 1. Hasil Pengamatan Pencandraan Bunga Tanaman Allogam
No.
Nama Bunga
Jenis Bunga
Gambar Bunnga
Keterangan
1.
Terong
(Solanum melongena L)
Sempurna& lengkap
Bagian-bagian bunga :
-   Tangkai  induk bunga
-   Tangkai bunga
-   Dasar bunga
-   Daun pelindung
-   Daun tangkai
-   Kelopak bunga
-   Mahkota bunga
-   Benang sari & putik
2.
Pepaya
(Carica papaya L)
Hermafrodit & lengkap
-    Termasuk bunga majemuk
-    Ada 3 jenis bunga papaya, yaitu bunga jantan, bunga betina dan bunga sempurna
-    Kelopak bunga terletak dalam 1 lingkaran dengan 5 sepal
3.
Kelapa Sawit
(Elaeis guineensis Jacq.)

Tidak sempurna& tidak lengkap
-    Bunga majemuk
-    Bunga jantan maupun bunga betina terdapat ibu tangkai bunga (rachis)
-    Pangkal rachis muncul sepasang daun pelindung
4.
Anggrek
(Phalaepnosis blume)
Sempurna & lengkap
Bagian-bagian bunga anggrek :
-   Mahkota
-   Kelopak
-   Benang sari
-   Putik
-   Lidah bunga
4.2. Pembahasan
1.      Bunga Terong
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan terhadap organ reproduksi bunga terong dapat diketahui bahwa bunga terong termasuk bunga sempurna karena memiliki putik dan benang sari. Termasuk juga ke dalam bunga lengkap karna memiliki ke empat organ yaitu kelopak, mahkota, putik dan benang sari. Bunga terong termasuk tanaman yang menyerbuk sendiri karena putik dan benang sarinya matang bersamaan dan juga termasuk tanaman yang melakukan penyerbukan silang hal ini dikarenakan putik dan benang sari yang terdapat pada bunga terong tidak dilindungi oleh mahkota sehingga memungkinkan melakukan penyerbukan silang. Jadi, bunga terong termasuk autogamy karena dapat melakukan pembuahan sendiri dari hasil penyerbukan sendiri, dan allogamy karena bisa melakukan pembuahan silang dari hasil penyerbukan silang.
 Bunga Terong
Pengamatan
Ya/tidak
Alasan
Bunga sempurna
Ya
Karena memiliki putik dan benang sari
Bunga tidak sempurna
-
-
Bunga lengkap
Ya
Karena memiliki putik, benang sari, mahkota, dan kelopak
Bunga tidak lengkap
-
-
Tanaman menyerbuk sendiri
Ya
Karena putik dan benang sari matang bersamaan
Tanaman menyerbuk silang
Ya
Karena putik dan benang sari tidak dilindungi oleh mahkota
g.     Autogamy
Ya
Karena bisa melakukan pembuahan sendiri dari hasil penyerbukan sendiri
h.     Allogamy
Ya
Karena bisa melakukan pembuahan silang dari hasil penyerbukan silang

2.      Papaya
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan terhadap organ reproduksi bunga pepaya dapat diketahui bahwa bunga pepaya termasuk bunga sempurna karena memiliki putik dan benang sari. Termasuk juga ke dalam bunga lengkap karna memiliki ke empat organ yaitu kelopak, mahkota, putik dan benang sari. Bunga papaya termasuk ke dalam tanaman yang menyerbuk silang karena putik dan benang sari tidak tertutupi oleh mahkota bunga sehingga memungkinkan terjadinya penyerbukan silang. Jadi, bunga papaya termasuk allogamy karena dapat melakukan pembuhan silang dari penyerbukan silang.
 Bunga Pepaya
Pengamatan
Ya/tidak
Alasan
Bunga sempurna
Ya
Karena memiliki putik dan benang sari
Bunga tidak sempurna
Bunga lengkap
Ya
Karena memiliki putik, benang sari, mahkota, dan kelopak bunga
Bunga tidak lengkap
-
-
Tanaman menyerbuk sendiri
-
-
Tanaman menyerbuk silang
Ya
Karena putik dan benang sari tidak tertutupi oleh mahkota bunga
Autogamy
-
-
Allogamy       
Ya
Karena bisa melakukan pembuahan silang dari penyerbukan silang



3.      Kelapa Sawit
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan terhadap organ reproduksi bunga kelapa sawit dapat diketahui bahwa bunga kelapa sawit termasuk bunga sempurna karena memiliki putik dan benang sari. Bunga kelapa juga termasuk bunga tidak lengkap dikarenakan tidak mempunyai salah satu organ yaitu mahkota bunga. Bunga kelapa juga termasuk bunga yang melakukan penyerbukan silang karena putik dan benang sari tidak tertutupi oleh mahkota bunga. Jadi, bunga kelapa sawit termasuk allogamy hal ini dikarenakan dapat melakukan pembuahan silang dari hasil penyerbukan silang.
Bunga Kelapa Sawit
Pengamatan
Ya/tidak
Alasan
Bunga sempurna
Ya
Karena memiliki putik dan benang sari
Bunga tidak sempurna
-
-
Bunga lengkap
-
-
Bunga tidak lengkap
Ya
Karena tidak mempunyai mahkota bunga
Tanaman menyerbuk sendiri
Tanaman menyerbuk silang
Ya
Karena putik dan benang sari tidak tertutupi oleh mahkota bunga
Autogamy
-
-
Allogamy
Ya
Karena bisa melakukan pembuahan silang dari hasil penyerbukan silang







4.      Anggrek
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan terhadap organ reproduksi bunga anggrek dapat diketahui bahwa bunga anggrek termasuk bunga sempurna karena memiliki putik dan benang sari. Termasuk juga ke dalam bunga lengkap karna memiliki ke empat organ yaitu kelopak, mahkota, putik dan benang sari. Bunga anggrek termasuk tanaman yang menyerbuk sendiri karena putik dan benang sarinya tertutup oleh mahkota bunga dan juga termasuk autogamy karena dapat melakukan pembuahan sendiri dari hasil penyerbukan sendiri.
 Bunga Anggrek
Pengamatan
Ya/tidak
Alasan
Bunga sempurna
Ya
Karena meiliki putik dan benang sari
Bunga tidak sempurna
Bunga lengkap
Ya
Karena memiliki putik, benang sari, mahkota, dan kelopak bunga
Bunga tidak lengkap
Tanaman menyerbuk sendiri
Ya
Karena putik dan benang sari tertutup oleh mahkota bunga
Tanaman menyerbuk silang
-
-
Autogamy
Ya
Karena bisa melakukan pembuahan sendiri dari penyerbukan sendiri
Allogamy
Ya
Karena diantara benangsari dan putik terdapat penghalang, sehingga tidak memungkinkan benangsari bertemu dengan putik secara alami (dengan sendirinya). Sehingga dibutuhkan bantuan manusia





BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.Kesimpulan
Berdasarkan praktikum pemuliaan tanaman dalam acara “pencandraan bunga tanaman allogam” dapat disimpulkan bahwa :
1.      Bunga pada beberapa tanaman umumnya terdiri dari mahkota, kelopak, putik dan benangsari. Ada bunga sempurna dan tidak sempurna serta ada bunga tidak lengkap dan tidak lengkap.
2.      Bunga tanaman allogam dapat dicirikan sebagai berikut :
a.       Letak putik dan benangsari  terdapat penghalang diantara keduanya, sehingga beangsari tidak dapat bertemu untuk melakukan penyerbukan dengan putik.
b.      Proses pemasakan benangsari dengan putik terlampau jauh. Pada hal ini, putik lebih dulu matang (siap dibuahi) daripada benangsari, atau sebaliknya benangsari yang lebih matang terlebih dahulu dibandingkan putik.
c.       Letak putik dan benangsari terletak berjauhan, sehingga sulit untuk melakukan penyerbukan sendiri.
d.      Terdapat dua kelamin pada satu bunga (Hermafrodit) yaitu putik dan benangsari. Namun benangsari tidak dapat berfungsi baik, sehingga memungkinkannya untuk melakukan penyerbukan silang pada benangsari bunga lain daln satu jenis.
3.      Bunga Anggrek pada praktikum ini terdapat dua warna yaitu ungu dan putih, bunga Terong berwarna ungu, bunga Pepaya berwarna putih, bunga kelapa sawit merah menyala.

5.2. Saran
Diharapkan pada praktikum pemuliaan tanaman selanjutnya, mahasiswa lebih kondusif lagi disaat penjelasan materi diberikan. Agar pada saat pelaksanaan praktikum dapat maksimal dan tertib.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.academia.edu/4927286/laporan_praktikum_dasar_dasar_pemuliaan_tanaman                                                                        (diakses Selasa, 27 September 2016)
(diakses Selasa, 27 September 2016)
(diakses Selasa, 27 September 2016)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar