
ESSAY
Pemanfaatan
Gelombang Laut untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang
Sub Tema :
Penyelesaian masalah untuk mengurangi Kerusakan
Lingkungan
Diusulkan oleh :
Saturi ( 5943 )
Rozida ( 5940 )
SMA Negeri 1 Gending
Kabupaten
Probolinggo
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia
merupakan salah satu negara yang
memiliki luas lautan yang sangat besar. Dua per tiga wilayah Negara
Indonesia dikelilingi oleh perairan, sehingga
dikenal dengan sebutan Negara Maritim. Kabupaten Probolinggo merupakan
bagian tak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kabupaten Probolinggo memiliki luas sekitar 1.696.166 km2 ,
tepatnya pada 112051’ – 113030’ Bujur Timur dan 7040’
– 8010’ Lintang Selatan , berada pada ketinggian 0-2500 m dpl.
(Sumber: http://wapedia.mobi/id/Kabupaten_Probolinggo)
Letak Geografisnya yang berada di pesisir pantai Utara Jawa menyebabkan kawasan
Kabupaten Probolinggo ini terkenal dengan berbagai potensi baharinya. Salah
satu aset nasional yang berada di kawasan ini adalah adanya pembangkit listrik
tenaga uap yang memproduksi listrik untuk kebutuhan di pulau Jawa dan Bali.
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ini memanfaatkan air laut yang dekat dengan
lokasi pembangkit yang berada di bibir pantai Paiton Probolinggo dengan
menggunakan bahan bakar batu bara yang berasal dari pulau Kalimantan.
Keberadaan PLTU Pembangkit Jawa-Bali yang
berada di pantai Kecamatan Paiton adalah hal yang sangat membanggakan bagi
warga Kabupaten Probolinggo. Akan tetapi perlu disadari bahwa bahan bakar batu
bara merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, karena suatu
saat akan habis dan eksploitasi besar-besaran seperti yang dilakukan pada saat
ini menimbulkan kerusakan lingkungan yang parah di pulau Kalimantan. Hal inilah
yang mengusik penulis untuk mencari ide alternatif pengganti bahan bakar dari batu
bara guna memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga di pedesaan di daerah pesisir
Probolinggo. Apabila banyak warga Probolinggo yang mandiri secara energi, maka dapat mengurangi
penggunaan batu bara untuk keperluan PLTU. Hal ini berarti mengurangi kerusakan
lingkungan juga.
Gelombang laut Indonesia
memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif
pembangkit listrik. Jika gelombang laut di Indonesia dimanfaatkan sebagai
sumber energi alternatif pembangkit listrik, maka kebutuhan akan energi listrik
di Indonesia bisa terpenuhi. Bahkan daerah-daerah terpencil bisa terjangkau
oleh listrik. Gelombang air laut sangat dekat dengan kehidupan masyarakat,
namun masyarakat belum mengetahui atau menyadari akan potensi gelombang laut
yang dimiliki. Apalagi gelombang laut adalah sumber daya alam yang sangat
melimpah dan mudah didapatkan.Termasuk Di daerah Probolinggo tepatnya di
Kecamatan Gending ini. Oleh karena itu, penulis
mengambil judul tulisan Pemanfaatan Gelombang Laut untuk Pembangkit
Listrik Tenaga Gelombang dalam Memenuhi Kebutuhan Energi Rumah Tangga di Daerah
Pesisir Kabupaten Probolinggo yang Ramah Lingkungan. Sehingga walaupun
kelihatannya gelombang air laut itu sederhana namun gelombang laut ini dapat
dijadikan sesuatu yang berguna bagi kehidupan masyarakat.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Gelombang laut merupakan hal yang tidak lazim bagi masyarakat khususnya warga
masyarakat yang berada di pesisir pantai. Oleh karena itu, adalah penting untuk
mengetahui
a.
Pengertian gelombang
b. Bagaimana
proses terjadinya gelombang
2. Gelombang merupakan sesuatu yang banyak tersedia di lautan. Apa
manfaat gelombang dan bagaimana cara memanfaatkan gelombang tersebut untuk
menjadi lebih bermanfaat bagi manusia.
3. Penulis tahu bahwa gelombang tersebut mempunyai dampak tersendiri bagi
kehidupan manusia. Bagaimana dampak gelombang tersebut bagi kehidupan manusia.
4. Seperti yang telah
disebutkan di atas gelombang dapat di manfaatkan sebagai pembangkit listrik. Alat
apa yang dapat digunakan untuk memanfaatkan gelombang menjadi pembangkit
listrik dan bagaimana cara bekerjanya.
1.3 Tujuan Penulisan
1. Mendeskripsikan pengertian
gelombang dan proses terjadinya gelombang
2. Menjelaskan manfaat gelombang
dan cara pemanfaatan dengan baik.
3. Menjelaskan dampak dari adanya
gelombang bagi kehidupan manusia.
4. Mendeskripsikan alat yang dapat
dimanfaatkan untuk pembangkit listik.
1.4 Manfaat
Penelitian
1. Gelombang air laut dapat digunakan sebagai
energi alternatif pembangkit listrik.
2. Dengan energi dari gelombang air laut kita dapat
mengurangi penggunaan biaya yang mahal, karena dengan energi dari gelombang air
laut ini tidaK membutuhkan bahan bakar fosil dan juga sangat ramah lingkungan.
3.Untuk memudahkan manusia mendapatkan energi
pembangkit listrik, karena gelombangt air laut ini sangat berlimpah di alam.
1.5 Asumsi
Listrik merupakan kebutuhan yang penting bagi
masyarakat banyak. Tidak terkecuali bagi masyarakat penduduk Kabupaten
Probolinggo. Sumber pembangkit listrik di Kabupaten Probolinggo menggunakan
batu bara. Namun kenyataannya batu bara merupakan sumber daya alam yang tidak
dapat diperbaharui. Agar sumber daya alam tersebut tidak semakin menipis maka
energi dari gelombang laut dapat menggantikan energi pembangkit listrik tersebut.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Gelombang Air Laut
Gelombang air laut
merupakan gerakan naik turunnya air di permukaan laut. Gelombang ini tercipta
karena adanya angin yang berhembus di permukaan laut atau sering disebut ombak.
Manusia biasanya memanfaatkan gelombang air laut ini untuk
membantu perahu berlayar. Gelombang air laut biasanya digunakan untuk
berselancar bagi penggemarnya. Selain untuk membantu perahu berlayar dan berselancar, gelombang laut
juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit tenaga listrik. Khusunya di
daerah Kabupaten Probolinggo yang memiliki potensi besar, untuk menggunakan
gelombang laut sebagai sumber energi alternative pembangkit listrik. Gelombang laut atau ombak selalu ada dan tidak akan pernah habis. Oleh
karena itu, penulis mencari ide untuk memanfaatkan sumber daya yang ada di
Kabupaten Probolinggo untuk menyelesaikan masalah listrik dan ketergantungannya
akan penggunaaan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Jika
ketergantungan tersebut tidak di cari solusinya, maka akan berdampak kerusakan
pada lingkungan.
Pemilihan gelombang laut sebagai sumber
pembangkit listrik, menurut penulis sangat tepat karena daerah Kabupaten
Probolinggo terletak dekat dengan pesisir pantai. Jika Pembangkit Listrik
Tenaga Uap (PLTU) di Paiton yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar
beralih menggunakan gelombang laut sebagai sumber pembangkit listrik. Maka
dapat mengurangi penggunaan batu bara yang berarti mengurangi pula dampak
negatif bagi lingkungan. Selain itu, daerah terpencil atau
pedesaan juga dapat dijangkau oleh listrik. Dengan begitu sudah memberikan
kemandirian akan listrik di daerah Kabupaten Probolinggo.
2.2 Asal Mula Ide
Penulis tahu bahwa
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di daerah Paiton menggunakan bahan bakar
batu bara. Batu bara merupakan sumber daya alam yang keberadaannya kian hari
makin berkurang, karena batu bara termasuk sumber daya alam yang tidak dapat
diperbaharui. Jika Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Paiton setiap kali
beroprasi membutuhkan berton-ton batu bara setiap harinya, yang di datangkan
dari Pulau Kalimantan. Apakah tidak akan menimbulkan dampak kerusakan yang
parah pada lingkungan khususnya daerah Kalimantan ?
Bukan hanya itu,
akhir-akhir ini mulai terjadi pemadaman secara tiba-tiba sampai seharian penuh.
Hal itu yang membuat sebagian warga risih terhadap pemadaman listrik yang
menjadi kebutuhan sehari-hari. Disamping itu, biaya rekening listriknya
dirasakan masih cukup mahal oleh warga di Kabupaten Probolinggo. Oleh karena
itu hati penulis merasa diketuk untuk mencari sumber alternative yang murah dan
ramah lingkungan.
BAB III
METODOLOGI
3.1
Metodologi / metode penelitian
3.1.1
Pengertian
Metodologi penelitian
adalah ilmu yang mempelajari cara-cara melakukan pengamatan dengan pemikiran
yang tepat secara terpadu melalui tahapan-tahapan yang disusun secara ilmiah
untuk mencari, menyusun, serta menganalisis dan menyimpulkan data-data,
sehingga dapat dipergunakan untuk menemukan,mengembangkan, dan menguji
kebenaran suatu pengetahuan berdasarkan bimbingan Tuhan Yang Maha Esa.
Pada penulisan karya
tulis ilmiah ini digunakan metode studi pustaka. Studi pustaka (literatur) adalah jenis penelitian yang didapatkan dari
keterangan bahan bacaan (buku, majalah, dan surat kabar), pengumpulan
keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah yang akan digarap,
pengamatan langsung ke objek yang akan diteliti, serta percobaan dan pengujian
dilapangan atau Laboratorium. (Sumber : Rameli Agam, Januari 2009).
3.2 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang
penulis lakukan adalah studi pustaka. Studi pustaka yang penulis lakukan adalah
mencari informasi mengenai pemanfaatan gelombang laut sebagai sumber energi
alternatif pembangkit listrik Gelombang Laut. Kemudian mengembangkan ide sesuai
data yang didapat dari berbagai informasi seperti buku, internet, majalah, dan
surat kabar. Penelitian ini dilakukan dalam upaya mencari sumber energi
alternatif pengganti batu bara yang banyak digunakan sebagai bahan bakar Pembangkit
Listrik Tenaga Uap ( PLTU ) di Paiton. Dengan adanya penelitian ini dapat
mengurangi dampak kerusakan lingkungan akibat penggalian batu bara. Pemanfaatan
gelombang laut sangatlah efisien karena selain mudah didapat oleh siapapun juga
ramah lingkungan.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1
Gelombang
4.1.1
Pengertian gelombang
Gelombang adalah rambatan energi dengan tidak disertai
perpindahan partikelnya (sunber: http://suryatika.wordpress.com/gelombang/1-1-pengertian-gelombang/)
·
. Gelombang didefinisikan sebagai getaran yang merambat melalui medium,
berupa zat padat, cair, dan gas.
·
Gelombang
·
adalah getaran yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombangakan mengikuti gerak sinusoide. Selain radiasi elektromagnetik
dan mungkinradiasi gravitasional,yang bisa berjalan lewat vakum, gelombang juga terdapat padamedium (yang karena perubahan bentuk dapat menghasilkan gaya memulihkan
yang lentur) di mana mereka dapat berjalan dan dapatmemindahkanenergidari
satu tempat kepada lain tanpa mengakibatkan partikel medium berpindahsecara permanen; yaitu tidak ada perpindahan
secara masal. Malahan, setiap titik khusus berosilasidisekitar satu posisi tertentu(sunber:
d.scribd.com/doc/24839450/).
Dari berbagai pendapat diatas dapat
disimpulkan bahwa gelombang laut merupakan gerakan air laut yang dipengaruhi
oleh berbagai factor diantaranya seperti gerakan angin dan lain-lain. Maka dari
itu untuk dapat merealisasikan rencana ini diperlukan perencanaan yang bagus.
4.1.2 Proses
Terjadinya Gelombang Laut
Gelombang
/ ombak yang terjadi di lautan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam
tergantung kepada gaya pembangkitnya. Pembangkit gelombang laut dapat
disebabkan oleh: angin (gelombang angin), gaya tarik menarik
bumi-bulan-matahari (gelombang pasang-surut), gempa (vulkanik atau tektonik) di
dasar laut (gelombang tsunami), ataupun gelombang yang disebabkan oleh gerakan
kapal.

Gelombang yang sehari-hari terjadi dan diperhitungkan dalam bidang teknik pantai adalah gelombang angin dan pasang-surut (pasut).

Energi
gelombang akan membangkitkan arus dan mempengaruhi pergerakan sedimen dalam
arah tegak lurus pantai (cross-shore) dan sejajar pantai (longshore). Pada
perencanaan teknis bidang teknik pantai, gelombang merupakan faktor utama yang
diperhitungkan karena akan menyebabkan gaya-gaya yang bekerja pada bangunan
pantai.
Mekanisme
Terjadinya Gelombang Laut

Amati
gerak pelampung di dalam gambar animasi gelombang di atas. Perhatikan bahwa
sebenarnya pelampung bergerak dalam suatu lingkaran (orbital) ketika gelombang
bergerak naik dan turun.
Partikel air berada dalam satu tempat, bergerak di suatu lingkaran, naik dan turun dengan suatu gerakan kecil dari sisi satu kembali ke sisi semula. Gerakan ini memberi gambaran suatu bentuk gelombang. Pelampung yang mengapung di air pindah ke pola yang sama, naik turun di suatu lingkaran yang lambat, yang dibawa oleh pergerakan air.

Di
bawah permukaan, gerakan berputar gelombang itu semakin mengecil. Ada gerak
orbital yang mengecil seiring dengan kedalaman air, sehingga kemudian di dasar
hanya akan meninggalkan suatu gerakan kecil mendatar dari sisi ke sisi yang
disebut “surge” .
Pergerakan
Perjalanan Gelombang Menuju Pantai
Ketinggian
dan periode gelombang tergantung kepada panjang fetch pembangkitannya. Fetch
adalah jarak perjalanan tempuh gelombang dari awal pembangkitannya. Fetch ini
dibatasi oleh bentuk daratan yang mengelilingi laut. Semakin panjang jarak
fetchnya, ketinggian gelombangnya akan semakin besar.

Angin
juga mempunyai pengaruh yang penting pada ketinggian gelombang. Angin yang
lebih kuat akan menghasilkan gelombang yang lebih besar. Gelombang yang
menjalar dari laut dalam (deep water) menuju ke pantai akan mengalami perubahan
bentuk karena adanya perubahan kedalaman laut.
Apabila
gelombang bergerak mendekati pantai, pergerakan gelombang di bagian bawah yang
berbatasan dengan dasar laut akan melambat. Ini adalah akibat dari
friksi/gesekan antara air dan dasar pantai.
Sementara
itu, bagian atas gelombang di permukaan air akan terus melaju. Semakin menuju
ke pantai, puncak gelombang akan semakin tajam dan lembahnya akan semakin
datar. Fenomena ini yang menyebabkan gelombang tersebut kemudian pecah.(Senin,06 Juni 2011 )
4.2 Manfaat Gelombang Laut
Manfaat dari gelombang laut antara lain:
- cara
untuk menghasilkan listrik yang bersih dan hijau.
- cara
alternatif untuk memberikan kekuatan.
- melindungi
kehidupan laut. Sayap gelombang pembangkit listrik ini sangat ramah
lingkungan karena mereka tidak menimbulkan bahaya bagi kura-kura dan
menarik ikan.
- Listrik
yang dihasilkan di laut dapat digunakan pada lahan dengan mentransfer
listrik dari laut ke darat melalui kabel.
- Jika
sayap gelombang terjaga secara baik, mereka dapat digunakan sampai dengan
20 tahun.
- Sayap
akan beroperasi dan menghasilkan daya meskipun gelombang laut sedikit
tenang. Sayap akan mendapatkan terkunci secara otomatis selama badai atau
ketika gelombang laut besar.
- Teknologi
sayap gelombang dapat beroperasi di setiap daerah pesisir.
- Gelombang
sayap juga membantu dalam desalinizing air laut
4.3 Dampak
dari Gelombang
Selain memberikan keuntungan, gelombang juga
berdampak bagi kehidupan manusia.
Apabila gelombang semakin lama semakin besar dapat merusak lingkungan maupun
ekosistem baik di darat maupun di laut itu sendiri. Berikut beberapa contoh
dampak akibat dari gelombang :
1. Gelombang laut yang tinggi dapat menyebabkan tsunami.
2. Dapat menyebabkan ekosistem laut hancur karena terjadi gerakan yang
tidak teratur.
3. Dapat menyebabkan abrasi pantai yang tidak dapat hindari.
4. Jika disekitar pantai terdapat tebing-tebing maka akan menyebabkan
pengikisan batuan yang pada akhirnya
dapat terjadi longsor tebing.
4.4 Alat dan Cara Bekerja
4.4.1 Alat

berikut
mekanisme kerja dari alat diatas :

4.4.2 Cara Bekerja
Awalnya keadaan air datar dan
tenang. Sehingga udara yang berada dalam penampang tersebut tidak terjadi
aliran udara atau pergerakan udara. Tetapi setelah gelombang air laut
mengalirkan tekanan air ke dalam penampang melalui gelombang laut, maka udara
di dalam penampang bergerak ke atas melalui penampang yang telah disediakan.
Ketika udara itu keluar melalui lubang yang tidak berpenghalang, maka aliran
udara akan menyebabkan berputarnya baling-baling. Sehingga udara yang berada di
ruang tersebut menjadi kosong. Oleh karena itu, udara yang berada di luar
penampang akan terhisap ke dalam ruangan melalui lubang yang berpenghalang yang
bisa dilewati oleh angin. Ketika baling-baling angin berputar secara bersamaan
energy gerak dari baling-baling itu dialirkan ke generator. Generator digunakan
sabagai alat penyimpan listrik. Listrik dihasilkan dari dari perputaran pada
baling-baling. Pada proses perputaran ini menghasilkan energy kinetic. Energy
kinetic adalah perubahan dari energy gerak ke energy listrik.
BAB V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Bila
dilihat dari keterangan-keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa jika
menerapkan peralatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari itu berarti dapat
mengurangi konsumsi akan listrik dan itu juga berarti dapat mengurangi
penggunaan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Jika penggunaan
batu bara berkurang maka hal itu cukup untuk mengurangi kerusakan hutan di
Kalimantan akibat penggalian batu bara besar-besaran.
5.2
Saran
Jika dilihat dari keuntungan yang
ditawarkan dari penggunaan alat terserbut maka sebaiknya peralatan tersebut
disosialisasikan kepada masyarakat. Jika hal tersebut dilaksanakan maka masalah
penggunaan listrik didaerah Pesisir Pantai bisa teratasi. Dalam hal ini peran
pemerintah sangat dibutuhkan , yaitu dalam hal sarana dan prasarana. Tidak
hanya peran pemerintah, tetapi juga semua elemen masyarakat. Jika diantara
organisai-organisasi tersebut terdapat kerja sama yang baik maka hal tersebut
juga akan terlaksana dengan baik.