ABSTRAK
Munculnya persoalan yang
sedang dihadapi masyarakat tidak terjadi dengan sendirinya dan tidak
sesederhana yang kita bayangkan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi konflik
dalam persoalan tersebut. Seperti yang sering kita ketahui dalam kehidupan
masyarakat saat ini, pertikaian biasanya terjadi karena peran pemuda yang
kurang diarahkan dalam hal positif dan adanya suatu perbedaan karekter. Sehingga muncullah pertikaian antar pemuda indonesia, diantaranya
pertikaian antar pelajar, penyiraman air keras oleh pelajar, tawuran antar
kampung, etnik, agama, dan lain sebagainya. Itu merupakan sesuatu yang miris,
tragis, dan menyedihkan bagi suatu bangsa.
Indonesia
merupakan sebuah negara yang memilki keunikan antar satu daerah dengan daerah
lainnya. Selain adanya suatu perbedaan karakter bangsa, juga dikenal dengan
jumlah penduduknya yang sangat besar. Jumlah penduduk yang besar dapat membawa
Indonesia menuju pembangunan nasional yang lebih baik. Jumlah penduduk yang
besar pula seharusnya membuat kehidupan suatu negara menjadi makmur dan
sejahtera serta perbedaan karakter antara satu daerah dengan daerah lain itu
hendaknya dijadikan tonggak pemersatu wilayah NKRI.
Tujuan
penulisan ini salah satunya yaitu menumbuhkan rasa konsolodasi para pemuda
Indonesia untuk mempersatukan NKRI dari suatu perbedaan. Kami sebagai penulis
memiliki gagasan yaitu menjadikan permaian tradisional sebagai sarana
pembelajaran yang asyik dalam mengimplementasikan pancasila di era globalisasi,
sehingga nantinya dapat menggugah kesadara generasi muda akan pentingnya hidup
damai, harmonis, dan keberagaman sesuai dengan pandangan hidup dan ideologi
bangsa yaitu pancasila.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Indonesia merupakan
sebuah negara yang memiliki keunikan antar
satu daerah dengan daerah lainnya. Selain adanya suatu perbedaan karakter bangsa,
juga dikenal dengan jumlah penduduknya yang sangat besar. Jumlah penduduk yang
besar dapat membawa Indonesia menuju pembangunan nasional yang lebih baik.
Jumlah penduduk yang besar pula seharusnya membuat kehidupan suatu negara
menjadi makmur dan sejahtera. Namun hal itu, belum sepenuhnya terlaksana di
Indonesia. Terbukti bahwa Negara Indonesia saat ini sedang dihadapkan dengan
beberapa persoalan yang terjadi di dalam masyarakatnya. Masyarakat adalah
mahkluk sosial yang yang selalu berinteraksi. Ada kalanya, dalam suatu
interaksi tersebut seorang manusia dihadapkan dengan persoalan. Persoalan itu
terjadi karena adanya konflik sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya persoalan itu muncul. Seperti yang
sering kita ketahui dalam kehidupan saat ini, misalnya pertikaian antar pemuda
Indonesia diantaraya pertikaian antar pelajar, penyiraman air keras oleh
pelajar, tawuran antar pelajar, tawuran antar kampung, etnik agama, dan lain
sebagainya. Persoalan-persoalan tersebut merupakan sesuatu yang miris, tragis
dan menyedihkan bagi suatu negara, sehigga dapat mencoreng nama baik suatu
bangsa. Persoalan tersebut terjadi biasanya karena peran pemuda yang kurang
diarahkan dalam hal yang positif misalnya ikut serta dalam suatu organisasi
seperti OSIS ditingkat sekolah.
Persoalan
yang seperti itu hanya membuat Negara Indonesia menjadi tampak semakin buruk.
Dan persoalan tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang terdapat
dalam pancasila. Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa, dasar negara
Republik Indonesia, dan sebagai ideologi nasional. Seluruh warga Negara
Kesatuan Republik Indonesia sudah seharusnya mengetahui, mendalami dan
mengembangkannya serta mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari dalam
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai dengan kemampuan masing-masing
individu. Yang paling penting kita sebagai warga negara Indonesia seharusnya bangga
terhadap bangsa sendiri. Dengan merealisasikan sebuah teori atau pengertian
dari pancasila tersebut. Sehingga adanya penerapan Pancasila oleh diri kita di
dalam masyarakat, bangsa dan negara, kita dapat mengetahui hal–hal yang
sebelumnya kita tidak tahu menjadi tahu.
Adapun salah satu
faktor yang mempengaruhi kurangnya pengetahuan pemuda Indonesia akan
nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila yaitu pendidikan. Pendidikan
merupakan salah satu sarana atau tempat menyalurkan ilmu atau pengetahuan
kepada pemuda indonesia. Nilai-nilai pancasila juga disisipkan dalam pendidikan
dengan maksud pemuda Indonesia dapat mengetahui,
mendalami dan mengembangkannya serta mengamalkan pancasila dalam kehidupan
sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Namun saat ini,
pendidikan saja tidaklah cukup karena perkembangan zaman yang semakin modern.
Pemuda Indonesia semakin lupa akan nilai-nilai pancasila yang didapatkannya
melalui program pendidikan. Hal ini dipengaruhi oleh semakin canggihnya
barang-barang elektronik yang tersedia seperti Handphone, Laptop, Playstations
dan lain sebagainya. Hal yang seperti itu dapat menyita banyak perhatian pemuda
Indonesia sehingga lambat laun nilai-nilai pancasila akan memudar dijiwa pemuda Indonesia.
Oleh
karena itu, diperlukan suatu cara yang dianggap efektif untuk menyisipkan atau memasukkan
nilai-nilai pancasila ke salah satu sarana yang ada, agar nilai-nilai pancasila
tidak memudar dijiwa pemuda Indonesia. Dari uraian di atas memunculkan ide
untuk membuat suatu karya tulis yang mencetuskan suatu gagasan tentang
“Permainan Tradisional Indonesia sebagai Sarana Pembelajaran yang Asyik dan
Ampuh Mendidik Generasi Muda Bangsa dengan Mengimplementasikan Pancasila di
Era Globalisasi”.
Tujuan Penulisan
a.
Memberdayakan
sarana permainan yang asyik sebagai tempat pengenalan nilai-nilai pancasila
kepada generasi muda penerus bangsa.
b.
Menumbukan rasa
kerjasama, gotong royong, menghargai perbedaan dalam suatu permainan sehingga
tercipta kondisi yang harmonis.
c.
Menumbuhkan nilai-nilai pancasila kepada pemuda dalam memperkokoh
NKRI.
d.
Melatih bertanggungjawab,
kerjasama, dan kekompakan dalam menyelesaikan suatu persoalan sejak dini dengan
adanya permainan tradisional.
GAGASAN
Globalisasi
Globalisasi
adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh
dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan
bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi
semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar
kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan
memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.
Globalisasi juga mempengaruhi para pemuda
Indonesia mulai dari kebiasaan setiap hari hingga pola berfikir. Di dalam
masyarakat pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus
cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya karena
pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda
akan menguasai masa depan. Pemuda merupakan generasi penerus.
Pemuda selalu diidentikan dengan perubahan, karena banyak peran pemuda dalam
membantu membangun bangsa ini, peran pemuda dalam menegakkan keadilan, dan
peran pemuda yang menolak kekuasaan. Tetapi semangat pemuda sekarang sudah
mulai redup, seolah dalam kacamata negara dan masyarakat seolah-olah atau
kesannya pemuda sekarang malu untuk mewarisi semangat nasionalisime.
Hal itu dipengaruhi
oleh Globalisasi yang penuh dengan tren.
Peranan pemuda dalam sosialisasi bermasyarakat sungguh menurun dratis. Pemuda sekarang lebih suka dengan kesenangan dan selalu bermain-main. Khususnya pemuda yang banyak dipengaruhi adalah kalangan para pelajar. Pelajar merupakan harapan masa depan bangsa ini. Dimana masa depan bangsa ini ada ditangan mereka, karena mereka adalah generasi yang akan meneruskan perjuangan untuk bangsa ini. Kita tahu bahwa keadaan pelajar kita saat ini, terutama keadaan moral banyak sekali perilaku atau penyimpangan sosial yang dilakukan oleh pelajar. Mulai dari tawuran , pemerkosaan , narkoba, dan lain sebagainya. Bagaimana mau memimpin bangsa ini kalau moral mereka tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh bangsa Indonesia yaitu pancasila.
Peranan pemuda dalam sosialisasi bermasyarakat sungguh menurun dratis. Pemuda sekarang lebih suka dengan kesenangan dan selalu bermain-main. Khususnya pemuda yang banyak dipengaruhi adalah kalangan para pelajar. Pelajar merupakan harapan masa depan bangsa ini. Dimana masa depan bangsa ini ada ditangan mereka, karena mereka adalah generasi yang akan meneruskan perjuangan untuk bangsa ini. Kita tahu bahwa keadaan pelajar kita saat ini, terutama keadaan moral banyak sekali perilaku atau penyimpangan sosial yang dilakukan oleh pelajar. Mulai dari tawuran , pemerkosaan , narkoba, dan lain sebagainya. Bagaimana mau memimpin bangsa ini kalau moral mereka tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh bangsa Indonesia yaitu pancasila.
Berdasarkan data dari BKKBN tahun 2013, anak usia 10-14 tahun
yang telah melakukan aktivitas seks bebas atau seks atau seks di luar nikah
mencapai 4,38 dpersen, sedang pada usia 14-19 tahun sebanyak 41,8 persen telah
melakukan aktivitas seks bebas. Data lain mengatakan bahwa tidak kurang
dari 700.000 siswi melakukan aborsi setiap tahunnya. Selain itu dikalangan
pelajar narkoba cukup mengkhawatirkan yaitu sebanyak 921.695 orang (4,7 persen)
pelajar dan mahasiswa adalah pengguna narkoba. Keadaan moral pelajar kita
sekarang ini sangat mengkhawatirkan. Sehingga untuk tahun ajaran baru
yang akan datang pemerintah dapat melakukan evalusai terhadap bidang pendidikan
kita. Masalah ini perlu ditangani dengan serius karena ini menyangkut dengan
masa depan negara kita. (Kompasiana, 29 May 2013)
Hal yang seperti itu sangat memprihatinkan bagi bangsa Indonesia
sendiri, karena di era Globalisasi inin tidak satupun nilai-nilai yang sering
dijunjug tinggi oleh para pemuda Indonesia sebagai harapan penerus bangsa
khususnya di kalangan para pelajar. Seakan-akan pendidikan saja tidak cukup
untuk membekali mereka dengan nilai-nilai pancasila sebagai ideologi bangsa.
Yang ada hanyalah persoalan yang terus berrmunculan di era Globalisasi ini
seperti yang sering terjadi dikalangan para pelajar diantaranya kenakalan
remaja. Sebenarnya kenakalan remaja itu timbul akibat
dari ketidak mampuan anak dalam menghadapi tugas perkembangan remaja yang harus
dipenuhi.http://geraldterryimanuel.wordpress.com/2012/06/30/aktualisasi-pancasila-dalam-menghadapi-era-globalisasi/
Menurut Hurlock (1973) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam
memenuhi tugas-tugas tersebut, yaitu :
- Masalah pribadi, yaitu masalah-masalah
yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah, sekolah, kondisi
fisik, penampilan, emosi, penyesuaian sosial, tugas dan nilai-nilai.
- Masalah khas remaja, yaitu masalah yang
timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja, seperti masalah
pencapaian kemandirian, kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan
stereotip yang keliru, adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit
kewajiban dibebankan oleh orang tua.
Remaja
masa kini banyak sekali tekanan-tekanan yang mereka
dapatkan, mulai dari perkembangan fisiologi, ditambah dengan kondisi lingkungan
dan sosial budaya serta perkembangan teknologi yang semakin pesat.Hal ini dapat
mengakibatkan munculnya masalah-masalah psikologis berupa gangguan penyesuaian diri atau perilaku
yang mengakibatkan bentuk penyimpangan perilaku yang disebut kenakalan remaja.
Adapun persoalan
yang pernah dihadapi oleh pemuda
Indonesia adalah tawuran, konflik pemilihan
kepala daerah dan konflik disebabkan suku
agama dan ras (SARA). Teori yang bersangkutan dari keterngan diatas adalah sebagai beriku;
1. Tawuran
Tawuran yang sering terjadi antar pelajar dapat dikaji dengan teori
konflik. Teori milik Jurgen Habermas yaitu adanya penggunaan bahasa dalam komunikasi.
Biasanya konflik tawuran terjadi karena adanya kesalahpahaman dalam penggunaan
bahasa dalam komunikasi, sehingga timbul rasa tidak senang yang mengakibatkan
konflik tawuran, yang memunculkan tindakan tidak bermoral.
2. Konflik terorisme dan konflik SARA
Konflik ini dapat dikaji dengan teori konflik milik Lewis Coser, dimana
konflik sosial menjadi fungsi untuk penguatan internal. Dimana konflik tersebut
dapat menyebabkan adanya integrasi internal dalam sebuah kelompok. Teroris
adalah kelompok yang menyebabkan disintegrasi secara eksternal. Namun, dalam
kelompok teroris itu sendiri, mereka memiliki integrasi yang kuat, sehingga
mampu melakukan bentuk terorisme yang menunjukkan keberadaan kelompok mereka.
demikian juga dengan konflik SARA, konflik yang terjadi akibat perbedaa suku,
agama maupun ras, biasanya membuat suatu kelompok menjadi lebih erat sehingga
mampu membuat memunculkan kekuatan internal dalam sebuah kelompok. Teori Lewis
Coser ini lebih menuju pada adanya fungsi dari konflik sosial itu sendiri.
Faktor-Faktor Penyebab
Konflik Secara Umum :
- Perbedaan Individu
Merupakan perbedaan yang menyangkut perasaan, pendirian, pendapat atau ide
yang berkaitan dengan harga diri, kebanggaan dan identitas seseorang. Perbedaan
kebiasaan dan perasaan yang dapat menimbulkan kebencian dan amarah sebagai awal
timbulnya konflik. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan
pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa
terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.
- Perbedaan Latar Belakang Kebudayaan
Kepribadian seseorang dibentuk dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
Tidak semua masyarakat memiliki nilai-nilai dan norma-norma sosial yang sama.
Apa yang dianggap baik oleh suatu masyarakat belum tentu sama dengan apa yang
dianggap baik oleh masyarakat. Misalnya orang jawa dengan orang papua yang
memiliki budaya berbeda, jelas akan membedakan pola pikir dan kepribadian yang
berbeda pula. Jika hal ini tak ada suatu hal yang dapat mempersatukan, akan berakibat
timbulnya konflik.
- Perbedaan Kepentingan
Setiap individu atau keompok seringkali memiliki kepentingan yang berbeda
dengan individu atau kelompok lainnya. semua itu bergantung dari
kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Perbedaan kepentingan ini menyangkut kepentingan
ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Misalnya seseorang pengusaha menghendaki
adanya penghematan dalam biaya suatu produksi sehingga terpaksa harus melakukan
rasionalisasi pegawai. Namun, para pegawai yang terkena rasionalisasi merasa
hak-haknya diabaikan sehingga perbedaan kepentingan tersebut menimbulkan suatu
konflik. Misalnya mengenai masalah pemanfaatan hutan. Para pecinta alam
menganggap hutan sebagai bagian dari lingkungan hidup manusia dan habitat dari
flora dan fauna. Sedangkan bagi para petani hutan dapat menghambat
tumbuhnya jumlah areal persawahan atau perkebunan. Bagi para pengusaha
kayu tentu ini menjadi komoditas yang menguntungkan. Dari kasus ini ada pihak –
pihak yang memiliki kepentingan yang saling bertentangan, sehingga dapat
berakibat timbulnya konflik.
- Perubahan Sosial
Perubahan sosial dalam sebuah masyarakat yang terjadi terlalu cepat dapat
mengganggu keseimbangan sistem nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat
tersebut. Konflik dapat terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara harapan
individu atau masyarakat dengan kenyataan sosial yang timbul akibat perubahan
itu. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi
yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat
tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi
nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai
kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang
disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi
hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan.
Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang
pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu
yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri.
Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau mendadak, akan membuat
kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya
penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan
kehiodupan masyarakat yang telah ada.(http://gudangilmusosiologi.blogspot.com/2012/10/konflik-dan-faktor-penyebab-konflik-di.html)
Solusi yang Pernah Dilakukan
1. Oleh Pemerintah
a.
Intervensi pihak ketiga
Intervensi pihak ketiga
yang keputusannya mengikat para pihak yang terlibat konflik ketika kedua belah
pihak yang sedang berkonflik tidak mampu menyelesaikan konflik mereka. Pihak
ketiga bisa bersikap pasif menunggu datangnya pihak yang terlibat konflik untuk
meminta bantuan. Di sisi lain pihak ketiga juga bisa bersikap aktif dengan
membujuk kedua belah pihak untuk menyelesaikan konflik mereka.
b.
Mediasi
Mediasi adalah proses
menyelesaikan suatu konflik melalui bantuan mediator. Mediator merupakan
seseorang atau suatu tim yang melakukan intervensi konflik atas permintaan
pihak-pihak yang terlibat konflik.
c.
Rekonsiliasi.
Rekonsiliasi adalah proses
mengatasi konflik yang mentransformasi ke keadaan sebelum terjadinya konflik,
yaitu keadaan kehidupan yang harmonis dan damai. Proses rekonsiliasi dibagi
menjadi tiga tahap yaitu:
1) Pihak yang terlibat
konflik-korban dan pelanggar memilih mediator yang dihormati kedua belah pihak.
2) Mediator bekerja
untuk menciptakan situasi yang saling memaafkan dan menyelesaikan. Dalam proses
ini, kehormatan dan martabat kedua belah pihak perlu dijunjung tinggi dan
dipulihkan. Kedua belah pihak juga wajib menghormati masyarakat bahkan ketika
terjadi kejahatan.
3) Ritual masyarakat
dilakukan sehingga membawa masyarakat yang bersatu sebagai jaminan pemberian
maaf.
d.
Menganut aturan agama
Islam banyak menggunakan cara-cara damai sebagai cara untuk mengelola
konflik. Islam menganjurkan kepada pemeluknya untuk memiliki sikap toleransi
terhadap perbedaan perbedaan yang dimiliki tiap-tiap manusia. Karena perbedaan
itu merupakan kodrat Allah SWT yang tidak bisa ditolak. Perbedaan itu
diciptakan untuk saling melengkapi, dan dengan perbedaan itu manusia akan terus
berkembang dan menciptakan perubahan-perubahan yang nantinya akan bermanfaat
bagi manusia pada umumnya.
(Jakarta: Salemba Humanika, 2010,
hlm. 184-186, 194-196, 199-212 )
2.
Oleh Pihak
Sekolah
a.
Memberi hukuman
bagi siswa yang melanggar aturan-aturan yang ada disekolah, agar menimbulkan
efek jera pada siswa.
b.
Bekerjasama
dengan pihak kepolisian, instansi terkait pemerintah daerah dan pihak swasta
dalam penyuluhan kepemudaan.
c.
Membentuk
bimbingan konseling (BK) untuk menampung dan mengatasi dengan cepat dalam
mencari solusi dari persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh seorang
pelajar.
Gagasan Permainan Tradisional Indonesia
Indonesia adalah salah satu negara
besar yang memiliki keunikan sendiri yang membuat Negara Indonesia berbeda
dengan negara lain, salah satunya permainan tradisional. Indonesia memiliki
permainan tradisional yang sangat beragam dan sering kita jumpai dalam
kehidupan sehari-hari dalam masyarakat. Bermain merupakan aktivitas utama bagi
anak-anak, kapanpun dan dimanapun mereka berada. Waktu yang dimiliki anak-anak
selalu mereka gunakan untuk bermain, oleh karena itu bermain sering dikatakan
sebagai dunia anak-anak. Melalui bermain, anak-anak dapat mengekspresikan
apapun yang mereka inginkan (Purwanto, 2007). Selain itu bermain merupakan
media untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan tertentu pada anak
(Mariani, 2008). Bermain juga merupakan sesuatu yang menyenangkan dan
mengasyikan sehingga tidak membosankan meskipun sudah dimainkan berkali-kali.
Pendidikan nilai-nilai pancasila
melalui permainan tradisional dilakukan kepada generasi muda untuk menumbuhkan
rasa nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan sehari-hari. Dalam permainan
tradisional ini, banyak pesan-pesan
moral yang bisa didapatkan oleh generasi muda seperti melatih kerjasama, gotong
royong sesama teman dan melatih kesabaran. Adapun hal-hal positif lainnya yang
bisa didapatkan antara lain melatih ketangkasan, melatih berpikir kritis,
bertanggung jawab, optimisme dan melatih kreatifitas diri. Dengan adanya
pendidikan pancasila melalui permainan tradisional diharapkan dapat mencetak
pemuda Indonesia yang memiliki jiwa pancasila dan mengamalkannya ke dalam
kehidupan bermasyarakat maupun bernegara. Selain bersifat interaktif dan
edukatif juga bersifat efektif karena
penyampaian dalam permainan tradisisonal ini menggunakan bahasa komunikatif dan
menggunakan bahasa anak muda yaitu “bahasa gaul” agar mudah dipahami.
Berdasarkan
keterangan di atas dapat dikatakan bahwa bermain mempunyai manfaat yang cukup
besar, terutama bagi perkembangan anak, seperti perkembangan emosi, fisik atau
motorik, kognitif, serta perkembangan sosial. Semua manfaat yang disebutkan di
atas dapat kita jumpai dalam segala macam permainan tradisional. Permainan
tradisional merupakan alat bermain yang sudah ada sejak jaman dulu dan
diwariskan secara turun temurun. Pada umumnya permainan tradisional merupakan
bentuk kreativitas seseorang, karena permainan ini biasanya dibuat dengan
memanfaatkan bahan yang ada di sekitar kita.
Berikut berbagai manfaat permainan
tradisional beserta contoh permainan yang bisa dimainkan
bersama anak Anda :
- Mengembangkan kecerdasan intelektual
Contoh permainan : Gagarudaan/Abc ada Lima,
Oray-Orayan/Ular-Ularan/Ular Naga
Permainan tersebut membutuhkan wawasan dan
pengetahuan yang luas karena sebenarnya permainan ini merupakan permainan tebak
kata.
- Mengembangkan emosi antar personal
Contoh permainan : Bebentengan,
Anjang-Anjangan/Rumah-Rumahan, Kasti
Permainan tersebut terdiri dari beberapa anak
yang terbagi dalam dua tim berbeda yang dapat membantu mengasah emosi untuk
saling menolong antar anggota tim
- Mengembangkan kecerdasan logika
Contoh permainan : Congklak, Engklek/Gedrik,
Bekel, Dam-Daman/Macan, Lompat Tali, Kelereng/Gundu, Gasing, Yoyo
Dalam permainan tersebut para pemain sebisa
mungkin menyusun strategi untuk menentukan langkah yang tepat agar bisa
mengalahkan lawan.
- Mengembangkan kecerdasan kinestik
Contoh permainan : Galang asin/Gobak Sodor,
Lompat Tali, Adang-Adangan, Egrang
Permainan tersebut mengharuskan anak untuk
melompat, berlari, menari, berputar, dan gerakan lainnya.
- Mengembangkan kecerdasan natural
Contoh permainan : Masak-Masakan, Mobil-Mobilan
dari Kulit Jeruk Bali, Encrak dari Batu, Egrang ari Bambu, Sepak Bola Takraw
dari Rotan
Permainan ini banyak menggunakan alat yang
berbahan dari alam, sehingga anak akan menyatu dengan alam dan sekitarnya.
·
Mengembangkan
kecerdasan spasial
Contoh permainan :
Anjang-Anjangan/Rumah-Rumahan
Permainan tersebut membutuhkan ruang atau
tempat untuk bermain sehingga anak dapat mengenal konsep ruang. selain itu,
anak juga dapat bermain teatrikal karena biasanya terdapat berbagai peran di
dalamnya.
- Mengembangkan kecerdasan musikal
Contoh permainan : Oray-Orayan/Ular Naga,
Uncang-Uncang Angge/Ungkang-Ungkang, Ambil-Ambilan
Dalam permainan tersebut anak dapat bernyanyi,
sehingga anak akan terlatih untuk bernyanyi tanpa nada yang sumbang
Jadi, sudah tentu tidak hanya permainan digital
yang unggul, namun juga permainan tradisional yang
kerap dilupakan justru mempunyai segudang manfaat bagi perkembangan anak Anda. Permainan
tradisional membawa manfaat bagi anak anda.(http://eductory.com/stories/671)
Pihak yang Membantu Mengimplementasikan
Dalam penerapannya kami sebagai penulis
berharap diantu oleh Pemenrintah Daerah yang terkait, Dinas Pendidikan, Kantor
Pemuda dan Tokoh masyarakat seperti tokoh agama. Serta semua element masyarakat
bersama pemerintah dapat ikut serta mensukseskan penggalakan permainan
tradisional sebagai sarana mengimplementasikan pancasila serta mendidik
generasi muda bangsa untuk mengokohkan NKRI.
KESIMPULAN
Permainan Tradisional
Kegiatan mendidik generasi muda
melalui permainan tradisional dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran sejak
dini akan pentingnya nilai-nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa. Permainan
tradisioanl ini diadakan dengan tidak mengubah struktur permainan itu sendiri
hanya saja di dalam permaianan tradisional kita diajarkan nilai moral yang
menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila. Sedangkan manfaat yang kita dapatkan bila
melakukan permainan tradisional diantaranya anak menjadi lebih kreatif dan
mandiri, melatih kerjasama, dapat mengembankan kecerdasan dan dapat melatih
komunikasi antar sesama teman. Sehingga
dapat bermanfaat bagi generasi muda dalam
keberanian mengungkapkan pendapat secara lisan, memupuk kerjasama antar
pemuda, menunjukan sikap berani dalam memerankan tokoh yang diperankan dalam
memainkan permainan tradisional, memberikan suatu tanggapan terhadap
pelaksanaan jalannya permainan tradisional yang berlangsung, melatih cara
berinteraksi dengan orang lain, pemuda tidak hanya mengerti persoalan-persoalan
psikologis, tetapi mereka juga ikut merasakan perasaan dan pikiran orang lain
bila berhubungan dengan sesama manusia. Ikut menangis bila sedih, rasa marah,
emosi, dan gembira, siswa dapat menempatkan diri pada tempat orang lain dan
memperdalam pengertian mereka tentang orang lain.
Teknik yang dilakukan
1.
Membuat
perencaan
2.
Koordinasi
dengan pihak yang terkait
3.
Menyusun
teknik penyelenggaraan
4.
Mengkoordinasi
kembali teknik penyelenggaraan
2.
Penyelenggaraan/
implementasi
Prediksi hasil yang akan diperoleh
1.
Meningkatkan
rasa nasionalisme dan patriotisme dalam diri para generasi pemuda bangsa bahwa
pancasila merupakan pemersatu bangsa sehingga timbulah kesadaran untuk menjaga
NKRI.
2.
Menggugah
kesadaran generasi muda akan pentingnya hidup damai, harmonis, dan keberagaman.
3.
Mampu berfikir
kritis pada setiap persoalan yang sedang dihadapi dan bekerja sama untuk
mencari solusi dalam pemecahan.
4.
Meyakini
keberagaman dan keunikan Indonesia sehingga dapat menyatukan suatu perbedaan
melalui musyawarah untuk mencapai keputusan mufakat.
5.
Mengembangkan
potensi dan bakatnya sehingga dapat berkarya demi kemajuan bangsa.
DAFTAR PUSTAKA
Jakarta: Salemba Humanika, 2010,
hlm. 184-186, 194-196, 199-212
BIODATA
Nama peserta : Saturi
Tempat, tanggal lahir :
Probolinggo, 14 Februari 1996
Jenis
Kelamin : Laki0laki
Nama
Sekolah : SMA Negeri 1 Gending
Kelas
:
XI_IPA 1
No.
Induk Siswa : 5943
Alamat
Sekolah : Jalan Raya Sebaung Nomor 4
No.
Telepon Sekolah : 0335-611273
Alamat Rumah :
Tarokan Kidul, RT:02/RW:02 Kecamatan
Banyuanyar Kabupaten Probolinggo.
Karya ilmiah yang pernah dibuat : Permainan Tradisional Indonesia sebagai
Sarana Pembelajaran yang Asyik dan Ampuh Mendidik Generasi Muda Bangsa dengan
Mengimplementasikan Pancasila di Era
Globalisasi.





































































